Tampilkan postingan dengan label lagi bener. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lagi bener. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2015

selamat ulang tahun mah..

Sudah terlalu lama gue gak nulis di blog ini lagi, jangankan nulis, mengunjunginyapun tidak, bukan karena sibuk, tapi lebih karena modem gue gak aktif dari jaman presiden BJ Habibie masih menjabat.

Ada beberapa temen gue yang minta buat gue nulis lagi, ya hanya beberapa.. karena gue tetap menjaga sebagian besar dari temen gue untuk gak baca blog gue. Biar mereka gak tau kalo gue pernah smoothing.

Ya.. smoothing..

Hari ini 28 Januari 2015 nyokap gue ulang tahun ke 44. Yang artinya waktu 28 januari 2002 dia ultah yang ke 31.

Di hari ultah ini mungkin akan sangat tepat kalo gue nulis tentang nyokap gue.
Baiklah kita mulai..

***


Nama beliau adalah Murtawati, tanpa embel-embel nama besar ataupun gelar, namun tak menjadikan ia kecil ataupun remeh, ia adalah wanita terkuat di keluarga kami, kami menobatkannya menjadi pahlawan karena ia satu-satunya orang yang kami kenal tidak pernah ada keluhan sedikitpun keluar dari bibirnya, betapapun beban dipikul yang akan membuat orang lain akan menjerit atau bahkan menyerah.

Dia ibu kami, wanita yang belum pernah mengenyam bangku kuliah namun mampu men-sarjanakan kami, terutama saya, kelak adik saya. Saya jadi teringat waktu saya masih di taman kanak-kanak, waktu itu musim hujan. Di waktu pagi seorang anak dengan sangat malasnya bangun ke kamar mandi karena cuaca sangat bersahabat dengan kasur dan guling. Seorang ibu yang setengah marah mulai meneriaki anak itu untuk mandi dan bersiap pergi ke sekolah. Akhirnya anak itu diantar oleh sang ibu pergi ke sekolah di cuaca hujan tidak begitu lebat, tentunya menggunakan payung. Perjalanan ke sekolah tidak begitu menarik untuk diceritakan sampai ibu dan anak itu sampai di turunan sekolah, jalanan banjir.

Sang anak dalam hati gembira karena ia yakin sekolah tidak akan buka. Namun lain hal dengan sang ibu, sang ibu sangat bersikeras untuk menyekolahkan anaknya, menurutnya ketinggian air hanya beberapa senti tidak akan berpengaruh, aspalpun masih jelas terlihat dari permukaan air. “disana gak banjir, ayok ah nanti telat” kata sang ibu. Sang anak mulai terpaksa berjalan dengan beban di leher seberat kepalan menahan dongkol.

Tak disangka makin berjalan banjir makin tinggi, entah air yang meninggi ataupun daratan yang melandai, sang anak mulai gusar dan sang ibu berinisiatif untuk menggemblok sang anak, perjalanan dilanjutkan. Beberapa puluh meter ditempuh sang ibu menerobos air dengan menggemblok sang anak .
Sang anak kembali gusar karena ketinggian air mulai sampai betis ibunya, namun sang ibu tetap berjalan menuju sekolah anaknya, airpun terus meninggi.

Sang ibu dan anak akhirnya sampai di gerbang sekolah dengan ketinggian air sudah mencapai setengah paha.  Bersamaan dengan sampainya kepala sekolah sang anak keluar dari pintu dan member itahu sang ibu “libur bu, banjir” dan sang ibu menjawab “sampe masuk ke dalem bu? Yaudah deh”.

Akhirnya sang ibu dan anak itu kembali pulang, dengan si anak tetap ada di gemblokan ibunya untuk setengah perjalanan pulang menerobos banjir.

Anak dan ibu adalah saya dan ibu saya. Waktu itu saya hanya merasa senang karena hari itu libur sekolah. Sejak saat itu saya tidak pernah melupakan kejadian itu, sampai saat ini. Saya hanya membayangkan perjuangan ibu saya untuk anaknya bersekolah, padahal apa salahnya kita menyimpulkan terlebih dahulu bahwa sekolah libur, tanpa harus meyakinkan untuk datang, toh itu hanya taman kanak-kanak.

Karena ibu saya sangat menghargai pendidikan.

Ya itu jawaban yang tepat.

Beliau tau bahwa pendidikan merupakan modal penting untuk bekal kehidupan kelak. maka ketika saya mulai malas belajar, saya mulai teringat dengan kejadian itu, dan kembali menguatkan diri untuk membuktikan bahwa kakinya yang terendam air berpenyakit tidak akan sia-sia.
Pertanyaannya hanya satu. Akankah saya menghargai pendidikan sampai seperti itu? atau akankah kamu menghargai pendidikan sampai seperti itu?

Ibu kami seorang yang terlalu kuat bahkan jika dibandingkan dengan manusia terkuat yang dapat merobek yellow pages. Seperti dikatakan di awal beliau tidak pernah mengeluh. Tentu saja tidak dalam bahasa yang sebenarnya, beliau sering mengeluh ketika kami tidak mencuci piring, tidak membereskan tempat tidur atau menggunakan minyak goreng terlalu banyak hanya untuk menggoreng nugget. Tapi saya kembali teringat dengan kejadian beberapa tahun lampau ketika sang anak telah duduk di sekolah menengah pertama.

Waktu itu keadaan keluarga kami memang belum mapan, jauh sebelum Adijaya didirikan. Kami mengontrak di sebuah petakan 3 himpit, dengan tetangga di kanan dan kiri. Ayah saya baru saja keluar dari pekerjaannya, ibu saya tidak ada sumber pemasukan sama sekali hanya bergantung dari sang Ayah.

Kondisi yang menurut saya adalah titik nol di kehidupan keluarga kami, titik dimana dimulainya nama saya dan adik saya dijadikan nama besar sebuah perusahaan yang dapat kami banggakan sekarang.

Ayah saya waktu itu berkata pada saya. Kami berbicara layaknya antar laki-laki bukan antara Ayah dan Anak. “mama kamu itu, kalo bisa udah teriak pasti udah teriak, kalo dia gak kuat pasti dia udah pulang ke Lampung. Itulah luar biasanya mama kamu”. Kenyataannya memang kami tidak pernah mendengar dia mengeluh, yang hanya kami dengar hanya teriakan menyuruh kami ngaji atau mengecilkan suara TV.

Sekuat apa sih memangnya?

Waktu itu keadaan kami seperti terseret. Ayah kami berusaha menutupi kebutuhan sehari-hari yang juga tidak tertutupi dengan ikut adik sepupunya narik bus, ayah saya kondektur bus. Ibu saya dirumah mengurusi anaknya yang tukang minta jajan dan yang belum bisa cebok. Setiap saya ke warung bapak atau ibu warung hanya menawarkan barang yang tidak laku mereka jual “dek, itu mama mau beli telor yang pecah gak?”, kalimat yang lumayan selalu terngiang jika mengingat betapa mirisnya.

Hampir setiap hari kami makan telur dadar, dan bahkan di tambah air agar terlihat banyak. Sampai pada suatu titik, telur kami habis dan belum ada uang untuk membelinya lagi. Di dapur Ibu memasak nasi goreng, tanpa telur, dan bahkan tanpa kecap manis, bukan karena itu resep unik dari majalah nova tapi memang begitu adanya. Hanya bawang merah, garam dan cinta Ibu untuk keluarganya.
Hebatnya itu adalah nasi goreng paling enak yang saya pernah makan, bahkan saya masih ingat rasa gurihnya sampai sekarang.

Pertanyaannya, akankah saya mencintai keluarga sampai segitunya? Ataukah akankah kamu mencintai keluarga sampai segitunya?

Dari saya mulai mengerti bahasa, bisa berbicara hingga sekarang yang saya tau impian ibu saya hanya satu.

Punya rumah.

Dengan segala syukur ke pada yang maha pemberi rezeki, kami menganugrahkannya rumah di ulang tahunnya yang ke 41. Rumah kecil di pinggir kota yang kami tinggali sekarang.

Doa saya kepadanya semoga di ulang tahun yang ke 44 ini diberikan kebahagian, semoga diberikan umur dengan digit yang sedikit irasional yang diisi dengan senyuman, kesehatan dan kebaikan. Semoga apa yang kami anak-anakmu lakukan selalu menjadi kebanggaanmu.

Doakan kami terus menjadi pembahagiamu.


“Selamat ulang tahun ke 44 mah..”

Selasa, 15 Oktober 2013

Sapi Ngamuk

Idul Adha kali ini bakal jadi Idul Adha paling diingat untuk sisa idul adha selanjutnya. bukan karena gue ngerayain idul adha di Mekah, tapi karena ada satu tragedi yang menggegerkan umat se-RW 14 Cipinang Besar Utara. Tragedinya adalah..

SAPI LEPAS MASUK RUMAH...

Jadi gini ceritanya...  *nguncir rambut*

Berawal dari pagi yang cerah sehabis solat ied. Tiba-tiba gue dikejutkan oleh sesosok update-an status tante gue yang berbunyi

"gilaaaaa...... sapi masuk rumah, untung ibuku bisa menungganginya menyelamatkan diri"

Gue yang acapkali membuka recent updatepun terkejut. Ada sapi ngamuk di daerah rumah oma gue di belakang penjara cipinang ngamuk dan masuk rumah oma gue. Sesampainya gue di Cipinang gue langsung tanya-tanya cari informasi tentang insiden menggemparkan ini. 

Oma gue cerita katanya dia lagi duduk di ruang TV dan tiba-tiba dia ngeliat sapi udah masuk ke ruang tamu. Sang Oma mau masuk ke kamar tapi udah gak keburu, akhirnya dia menjauh ke pojok ruangan. Sapi itu cuma menoleh sedikit lalu melanjutkan perjalanannya ke dapur, sedangkan Oma langsung berlari keluar sembari minta tolong. Tak lama kemudian berita inipun geger sampai ke dunia maya. Karena ada korban luka dalam insiden ini 


Gue sempet cari-cari beritanya ke MetroTV, ANTV, TVone, ternyata adanya di TRANSTV, acara SKETSA (oke gue becanda). Gak berapa lama gue dapet berita dari detik.com


Setelah dibuka ternyata ada nama bokap gue di dalemnya

detik.com




















Berita-Berita Lainnya:

merdeka.com




















beritajakarta.com






















Link sumber berita:




***

Dengan segala kehebohan insiden yang ada di rumah oma gue. Gue siap jika harus menjadi saksi untuk di wawancara wartawan atau datang ke acara Bukan Empat Mata untuk meceritakan pengalaman ini atau diundang ke OVJ untuk jadi bintang tamu yang dikerjain. Mungkin ini merupakan sebuah batu loncatan untuk karir gue kedepannya di dunia pertelevisian, siapa tau bisa bikin acara kaya Caesar.

Selasa, 08 Oktober 2013

perantauan usai

Sebelom tidur sering kali gue berpikir kira-kira hidup gue ini bakal dibawa kemana, walaupun waktu siang harinya gue gapernah mikir akan kehidupan justru lakukan apa aja untuk ngejalaninnya. Karna emang sejatinya seperti itu. Kita berpikir akan kehidupan bukan diwaktu kita dapan melakukan sesuatu, waktu mau tidur, waktu pup, waktu bershower, atau wudhu di dispenser. Karena menurut gue sebenarnya  hidup itu sudah ada takdirnya, Tuhan punya rencana yang sudah fix, dan kita tinggal menjalankan.

***

Tanggal 24 September 2013 gue telah melewati seremoni sakral yang ternyata gue salah mengartikannya, gue pikir ini cuma perkara mindahin tali topi epic segi lima dari kiri ke kanan. Belakangan ini gue jadi sadar, ternyata wisuda itu lebih dari sekedar tali topi, lebih dari sekedar foto-foto dengan latar buku-buku di pinggiran GSG. Wisuda merupakan sebuah moment, perayaan dimana segala usaha perjuangan kita selama kuliah dihargai. Beberapa orang kadang kurang menghargainya, tapi kebanyakan mahasiswa yang sudah berjuang merapikan nilai, bayar utang SKS, bimbingan dengan dosen yang super sibuk, memenuhi persyaratan ujian dan wisuda yang ribetnya ngelebihin bahasa Vicky Prasetyo, merasa perlu di hargai dengan sebuah moment sebagai puncak dari keberhasilannya. Ialah Wisuda, sebuah upacara sakral dimana pesertanya dinyatakan lulus dan berhasil melewati semua tantangan yang ada dengan pemindahan tali di topi sebagai simbolnya, walaupun satu hal yang gue anggap gagal pada waktu itu, effect keyboard paduan suaranya kaya gerobak kue putu lagi pilek...

Wisuda sebagai perayaan, wisuda sebagai penghargaan, ada satu makna lebih buat gue akan wisuda. Wisuda juga sebagai tanda usainya perantauan gue di Lampung. Salah satu kota yang dulu pernah gue remehkan yang ternyata gue mendapat banyak pengalaman dan pelajaran yang mungkin gak didapat kalo gue gak kuliah disini. 3,9 tahun gue menyelesaikan pendidikan disini gue punya banyak temen yang juga banyak pengaruhnya sekaligus manfaatnya buat gue. Gue punya temen-temen di komunikasi yang sangat humble dan ahli dalam bidang-bidangnya sehingga gue bisa belajar. Gue punya temen-temen band yang sejalan dengan hobi musik gue sehingga gue bisa menghasilkan karya-karya yaitu lagu. Disini juga membuka pikiran gue sebelumnya tentang radio yang penyiarnya siaran sendirian di ruangan sempit pengap dan remang. Terlebih lagi disini gue dapet wanita pendamping yang gak ada duanya dan sahabat se-gank yang super saik. Mungkin kalo gue kuliah di tempat lain gue gak akan dapet ini semua. Mulai dari sini gue lebih percaya bahwa takdir lebih kuat dibanding usaha manusia yang pada akhirnya manusia diberikan alasan untuk lebih pandai bersyukur.

PERANTAUAN GUE SELESAI...

Gue udah balik lagi ke Jakarta. Di awal kepulangan gue ke kota asal dan meninggalkan kota perantauan, belakangan ini gue jadi sering menghitung apa yang gue udah dapet selama perantauan gue. Kira-kira apa aja ilmu yang udah gue dapet, karya apa aja yang udah gue hasilkan, ide bisnis yang gue aplikasikan sampai berapa kali pacaran yang pernah gue jalani. Kembali pada akhirnya gue sangat bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan. Tuhan memberikan semua yang gue butuhkan bukan yang gue inginkan.

***

Gue dan Lampung sekarang hanya terpisah selat yang kurang lebih cuma 31km. Jadi gue gak akan melupakan Lampung dan akan terus terhubung melalui Cichips. KERIPIK PISANG 15.000 ANEKA RASA, YANG AKAN MEMBUAT LIDAH ANDA..... (shit, fokus fokus!). Janji gue pada Lampung. Kalo gue kaya nanti, gue akan buatin Lampung 711 (seven eleven), amin.



Salam, Reza Rahardian












Rabu, 26 Juni 2013

Curhatan Anak Rantau

Men, akhir-akhir ini gue sama sekali gak bisa santai. Banyak banget hal yang harus gue kerjain. Mulai dari bimbingan jurnal skripsi, pendadaran PKL, ngebujuk pacar yang ngambek atau mempertahankan blog ini biar tetep lucu. kepala gue mau meledak

parah.....

kayanya masih lebih santai waktu kuliah di semester-semester sebelumnya. bangun terjadwal, kesiangan dikit minta absenin. nah sekarang?! ke kampus belom tentu dosen yang dicari ada. Mau nelpon takut ganggu, sms juga berat, dengan basa-basi paling tai agar dosen mau balesnya "pagi pak, hari ini cerah ya, pasti tangki bensin bapak masih penuh, pasti cukup untuk ke kampus. Mmmh pak kira-kira sekarang hari apa ya? oiya! jadwal saya bimbingan loh, gak lupa kan? hayo udah mandi belom?"

 *langsung DO*

Jadi ada iming-iming dari sepupu gue, mamanya Ryan, tau kan? yang mirip ama gue itu. klik ini aja kalo lupa. Jadi dia akan memberikan sejumlah uang jika gue bisa kompre bulan Juni. Sebenarnya persiapan kompre sudah 90%. akan tetapi ada persyaratan yang berbunyi "khs sudah di tanda tangani" sedangkan gue belom ujian PKL, nilainya belom ada di KHS.

dengan demikian pendadaran PKL/100 x 10 diintegralkan dengan gaya grafitasi 10n lalu dikonfersikan menjadi fahrenheit diperoleh hasil:

GUE BELOM BISA KOMPRE BULAN JUNI!!!

Monyet belatung! dadar laron! hanopeles betina!

Sebenernya bukan karena itu aja pikiran yang ada di pikiran gue. Waktu gue ibaratnya udah kritis, mengingat tanggal 9an Juli udah mau puasa. Maka, waktu gue kira-kira tinggal dua minggu lagi, sedangkan ujian PKL itu kira-kira mulai awal Juli, Kalo gue ujian PKL tanggal 1, itu artinya selama 3-4 hari gue harus mengusahakan sedemikian mungkin agar nilai PKL gue masuk ke KHS, lalu Print KHS untuk syarat kompre, dan secepat mungkin gue harus menentukan jadwal untuk kompre.

itu yang pertama masalah waktu.

Ada masalah lain yang sedikit menghambat, Seminar 2 dan Skripsi gue belom masuk KRS. Itu udah gue urus ke rektorat. Tapi sampe sekarang belom juga nongol di KRS gue. Itu artinya, sebelum KHS di print, gue harus nemuin ketua jurusan yang lumayan padat jadwalnya untuk memasukkan nilai seminar 2 gue.

Masalah lainnya, ketika gue kompre dan daftar wisuda. GUA MAU NGAPAIN?! teringatku pada lagu Niceole Scherzinger, ada satu lirik yang berbunyi "every finish line is the beginning of the new race". Artinya kompre itu finish line, abis itu gue harus lomba lagi..... padahal 17an masih abis lebaran. Tapi gue sedikitnya udah punya rencana pendek buat mengisi kira-kira satu taun kedepan. Kayanya gue mau memuaskan hasrat jualan gue dulu sampe bosen dan baru bantuin bokap di bidang teknik.

Gue punya rencana mau jualan keripik pisang rasa dari Lampung. menurut gue ini peluang besar si, selain karena daya beli masyarakat akan kuliner sangat tinggi, keripik pisang Lampung ini enak! 

CICHIPS BANANA CHIPS!!!


Rencana hanyalah rencana jika kita tidak mulai melangkah, artinya gue harus buat logo, gue cetak plastik, sablon kemasan, beli ke produsen. Dan ini harus gue kerjakan berbarengan dengan persiapan gue ujian PKL dan persiapan kompre. Karena ada sekitar 50an bungkus menunggu di jakarta pada awal Juli juga.

Jadi intinya ada 3 poin dengan akarnya yang harus gue selesaikan satu per satu dalam waktu kurang dari dua minggu.

Tapi gue adalah orang yang tidak meragukan kemampuan diri sendiri....gue yakin semua bisa gue selesaikan tepat pada waktunya. Ya kalo molor, geser dikit targetnya lah.....

Minggu, 14 April 2013

Bandung Kota FO

liburaaaaaaaan.......!!! lagi-lagi gue liburan. Sebenarnya liburan bagi gue adalah merupakan suatu ritual dalam penyelesaian skripsi gue. Gue memiliki teknik khas dalam menyelesaikan tugas akhir gue tersebut, tahapnya yaitu: ngajuin judul - liburan - outline - liburan - bab 1 sampe bab 3 - liburan - liburan - liburan. 

Oke, kali ini gue liburan bareng Bulan ke Bandung, yang ternyata lebih banyak factory outletnya dibanding kembangnya. singkat cerita gue mengemasnya dalam bentuk video travel. langsung aja broh di play!!




Selasa, 02 Oktober 2012

Ulang Tahun

Selamat ulang tahun untuk gue sendiriiiii......!!!! Yap, gue baru aja ulang tahun tanggal 30 September kemaren. Ulang tahun kali ini gue seneng banget karena gue dapet surprise dari pacar gue. Tahun kemaren juga dapet si, cuman kali ini beda, lebih rame dan lebih special.

Calon sarjana komunikasi, Dimas Adi berpendapat bahwa ulang tahun merupakan sebuah moment dimana kita mengingat kembali hari dimana kita keluar ke dunia dari rahim ibu, hari dimana kita harus merenungkan kembali tentang arti dari bertambahnya usia dan berkurangnya sisa usia, dan menemukan hakikat hidup sebenarnya.

Gue inget banget terakhir gue dirayain ulang tahun meriah itu waktu ultah ke 5. Gue seneng banget waktu itu, gue pake baju baru nan bagus, gue menjadi pusat dari acara, dan yang paling menyenangkan gue bisa ngebabuin tamu sesuka hati untuk nyuruh nyanyi ke depan.

Selepas dari perayaan ultah ke 5 gue yang sangat membahana, gue gak ada perayaan ulang tahun lagi. Waktu pas SD kelas 3 @aldidyprok dibawain kue sama nyokapnya ke sekolah dan dibagi-bagiin sekelas. Wah gue waktu itu seneng banget sambil menghayal, mungkin nanti begitu gue ulang tahun nyokap gue bakal ke sekolah dan bagi-bagi kue, dan begitu harinya tiba.....

 gak ada satupun kue yang datang ke sekolah.....

 Tapi gue bersyukur banget waktu itu begitu gue pulang sampe di rumah orang rumah gue pada ngucapin dan ternyata nyokap gue bikin nasi uduk untuk makan bareng sekeluarga.

Seorang Dimaspun kian tumbuh remaja, dan umurnya telah belasan. Di saat inilah gue mulai nemuin temen yang macem-macem dengan perayaan ulang tahunnya yang macem-macem pula. Pada SMA tepatnya, gue sering dateng ke yang namanya "sweet seventeen birthday party". Itu beragam banget, ada yang ngundang DJ, atau di clubnya sekalian, ada yang di tempat yang bagus banget pake acara nuang champagne, ada juga yang nyuruh sahabatnya sebanyak 17 membawa lilin yang akan ditiup oleh yang berulang tahun seuai dengan umurnya. Gue cuma bisa makan sebanyak-banyaknya aja di party-party tersebut, karena gue ngerti banget untuk buat party segitu gede butuh dana yang melimpah banget.

Bagi-bagi kue di sekloah gak kesampean, party gede-gedean apalagi. Tapi ada satu perayaan ulang tahun yang bikin gue ngiri, karena ini gak perlu nyusahin orang tua dan nyusahin dompet sendiri, yaitu surprise party. Gue ngiri banget waktu jaman SMA temen-temen gue dapet surprise party dari pacar atau sahabatnya. Ngumpet dikamar, begitu yang ulang tahun masuk langsung nyanyi, matiin lampu, begitu yang ulang tahun dateng langsung nyanyi, baris di lapangan, begitu komandan bilang "hormat kepada bendera merah putih" hormat terus langsung nyanyi.

INI TUH KEREN BANGET NYEEET

Wah gue ngiri setengah mampus sama yang model perayaan ulang tahun yang satu ini. Waktu itu gue mulai rajin ikut surprise in temen-temen gue yang ulang tahun, semua ritual-ritual yang mereka siapin gue ikut ngelakuin, mulai dari ngumpet dikamar, lari sprint terus nyeplokin telor, manjat pohon rambutan sambil niruin gaya Kotaro Minami, nyemburin api dari mulut pake obor ke muka ibu-ibu yang lewat. Sambil ngelakuin itu semua gue sambil berhayal "gimana ya kalo gue jadi yang di surprise-in? pasti kaget dan seneng banget" dan begitu harinya datang......

Gak ada satupun yang ngumpet di kamar gue, gak ada satupun yang sprint dan nyeplokin telor ke kepala gue, bahkan gak ada ibu-ibu yang mukanya kebakar akibat semburan obor.........

Gue berusaha untuk ikhlas, dalam hati gue cuma bilang "kapan gue bisa di surprise-in?". Begitu gue pulang kerumah gue masih mendapati keluarga gue yang langsung buru-buru nyamperin gue begitu liat gue ngucapin ulang tahun, gue liat nyokap gue yang sibuk masak di dapur, liat sodara-sodara gue yang ternyata nyempetin dateng ke rumah karena gue ulang tahun. Ini semua ternyata bikin gue lebih terharu dibanding ngebayangin gue diceplokin telor terus lari kejer-kejeran keliling komplek.

Mulai dari sini gue berpikir tentang hakikat ulang tahun itu sendiri, tentang kita bersyukur telah diberikan umur sampai tahun ini, dan merenungkan tentang apa yang akan kita lakukan dengan sisa umur kita.

ah capek sok serius.....

Jadi ulang tahun gue ke 21 ini ada seseorang yang special yang rela repot membuat skenario ulang tahun gue, dia bikin kue sendiri, bulak-balik nyari kado, hias kado dll. yaitu:

Rembulan Purnama Avita Mahardhika Pertiwi

Dia juga gak sendirian, dia dibantu sama temen-temennya yang adalah temen-temen gue juga



Dan inilah ulang tahun gue yang ke 21

Jadi malam tanggal 29 September gue latihan sama Kill The Genius (@weareKTG) karena besoknya ada panggung, setelah latihan gak langsung pulang karena si @tyosaezar ngajak ke rumah Deri. Ternyata disinilah skenario dimulai, si Tio yang telah berkonspirasi dengan @bulaanP mengulur waktu gue sampai dirumah samppe tengah malem. Begitu jam 11 lewat barulah Tyo ngajak pulang. Failnya begitu balik Tyo malah ngajak Satya ikut kerumah dengan alasan "dia gak ada tujuan dung". Epicnya kita jemput Satya dirumah.

Epic fail..... 

Gue mulai curiga, ternyata bener aja begitu gue sampe rumah dan buka pintu kamar dan......... 

 @Dianooooo, @dimasTG, @bulaanP :"happy birthday to you~"

special thanks juga buat Tante Al yang bikin kue bareng Bulan

akhirnya surprise party *sembah sujud*

supir angkot sama pembokat
surprise dari Emak, Abah, Nde, Om kiki waktu bangun tidur (kuenya nebeng)

kado dari pacar

kertu ucapan paling absurd dari Dessi





Gue ngucapin banyak banget terima kasih buat semua yang terlibat, semua yang ngucapin, seluruh kru yang bertugas, kami mohon undur diri. Wassalamualaikum wr. wb





Rabu, 01 Februari 2012

Kunjungan Media 2012 KOM UNILA

Wooooohooooo....!!! akhirnya kunmed. Ini gue tunggu-tunggu banget. Setelah dateng pagi pagi untuk bayar dp, terus ngejar-ngejar Mei untuk ngelunasinnya. Dan akhirnya sekarang kunmed juga.

Kunmed adalah kepanjangan dari kunjungan media. Yang artinya kita mengunjungi media-media. Jadi trip kunjungan media tahun ini adalah Jakarta dan Jogja. 

Ada beberapa alasan kenapa ni acara gue tunggu banget. Pertama, ini jalan-jalan. Iyalah, kapan lagi gue karyawisata kayak gini. Perasaan gue yang beginian itu terakhir pas waktu SD. Kedua, ini tuh ada trip ke Jogja. Gue tuh belom pernah ke jogja, terakhir karyawisata pas SD itu tripnya cuman ke Taman Mini Indonesia Indah. keluar Jakarta Timurpun engga -_-.

Hari Pertama

Dan hari pertama gue dimulai dari gue yang nyamperin rombongan di Istiqlal. Sampe disana gue mkan siang bentar karena waktu itu sekitar jam 11an terus baru perjalanan di lanjut ke National Geographic Indonesia di daerah kebon jeruk.

sodara jauh

Disitu kita dikasih tau mulai dari sejarahnya, sampe ada apa aja yang ada di dalem NGI. Waktu itu ada sesi tanya jawab gitu tentang NGI. Dan gue mencoba untuk bertanya

Gue : Kok National Geographic itu lambangnya kotak? itu apa? *berasa pinter*

Mas-masnya : Jendela

Gue : *hening*

Abis dari situ kita liat-liat kantornya NGI, Hai, Bobo dll. waktu itu cewe-cewe pada jerit-jerit. ternyata ada sepupu gue Kevin Aprilio......

Krik...

Yap, abis dari NGI kita langsung melesat ke mangga dua untuk acara belanja-belenji. perjalanan kira kira memakan waktu 45 menit. Begitu sampe sana langsung deh tuh pada buyar nyari belanjaan. Gue sekitar sejam sebih keliling sama si Tojo, dan lo tau apa yang kita beli? Tojo beli rokok, gue beli susu bendera... Useless.....

Hari itu kaki gue pegel banget. udah gak sabar pengen ke penginepan terus tidur. Jam setengah 6 kira-kira kita bertolak dari Mangga dua ke daerah Radio dalem. Kita nginep di Wisma RRI radio dalem. Nyampe disana, gue jungkir balik- jungkir balik bentar, terus siap siap buat tidur. Malem itu gak mudah buat tidur, lo tau apa? Pantat.... Ya masalah pantat. Anak-anak sekamar pantatnya pada gak punya tata krama nyeeeet. praaat!! preet!!! piyuuuuut! sampe yang gak ada suaranya, cuman baunya aja. Bangsat!! Racun abis. nyelekit-nyelekit banget baunya. Actually gue juga salah satu yang kentutnya bau. nyehehehehehehe. Setelah tensi malam itu mengendur, gue tidur dengan lelap.

Hari Kedua

Hari ini gue bangun pagi jam setengah 7an. terus gue langsung mandi sebelom pada mandi. Gue sengaja bangun lebih pagi supaya gak ada yang ganguin quality time gue saat di kamar mandi. Kata lain gue mau mandi rada lamaan hahahaha. udah rapi, udah sarapan kita semua ngumpul dibawah. foto foto bentar

Udah wangi, udah rapi, udah ganteng, udah foto langsung berger ke Kantor Foto Jurnalistik Antara di daerah pasar baru. Disini kita dapet pembekalan tentang foto jurnalistik. Dan abis itu pastinya ada acara keliling-keliling. Gue suka banget, disini tuh fotonya keren keren. Penuh makna banget kayanya

pintu masuk

pembekalan

galeri

galeri

galeri


galeri

galeri

galeri

kantor

insyaallah mirip

Di tempat itu ada satu patung yang menarik banget. Unik gitu, suka banget ngeliatnya. dan yang pastinya gak lupa gue foto-foto sama doi

foto sama patung

difoto sama patung
Udah puas ngacak-ngacak, udah makan siang juga kita beralih ke KPI (komisi penyiaran indonesia). Disana kita dijelasin gimana cara kerja KPI, lembaga sensor gitu gitu. Dan ternyata kerja KPI itu ya nontooooooooonnnn doang. jadi dia ngawasin gitu, kalo-kalo ada yang gak sesuai. seperti ada sarkasme, pornografi, sadis, atau sara.

om ketua KPI

sesi tanya jawab
nonton doang

yang paing ujung TVRI (pasti bete maksimal)

Udah kelar dari KPI sekitar jam 4an. abis itu kita bergegas ke Kota Tua yang tinggal luruuuuuuus aj jalannya. Sampe disana anak anak langsung pada mabur. Gue sendiri foto-foto, jalan-jalan, beli es potong, maen sepedah dan lain lain

es potong gue rasa belah duren

masih rasa belah duren

pengen?
Waktu itu udah gelap dan kita langsung pada naek bis dan balik kembali ke radio dalem. Kamar gue dapet predikat kamar terberisik, dengan personilnya gue, tojo, manuk, ikbal, rian, aan, agus, barker. Ini gak jelas banget kalo udah di kamar. Dan malem ini tainya kita maen Pesbukers -___-. masaak aeeeerrrrr????!!!! gak jelas abis.... direkam pula... matee,,,

Hari Ketiga

Tat tadadaaaaaaaa!!!! hari ini mau ke Dufan!!! wooooooooooo!!! iya iya gue norak. Ya abis gimana, abisnya terakhir gue ketemu belom ada tornado sama hysteria. Perpisahan SMP, kalo gak salah bareng sama organisasi Boedi Oetomo terbentuk. Pokoknya udah lama lah.

Pagi itu kita disuruh siap-siap pake baju kunmed merah. Abis siap-siap kita langsung turun buat sarapan. Dan tidak lupa berfoto-foto sejenak

fotolah sebelum engkau difotokan
Kita berangkat kira kira jam setenah 10an. eh begitu sampe sana ternyata dufannya belom buka, yang udah buka dufin (ah lawak aje lo nyet!). baru buka jam 11. Yah, lumayan punya waktu lah buat fot..... potret-potret.

yoana.. kamu beruntung
Sampe di dalem foto bentar abis itu langsung ngantri kora-kora, abis dari kora-kora langsung mampus di hysteria, turun dari situ ke kicir-kicir. yap. ini semua beruntun.... hebat? suara gue abis.... gue pikir sepele nyet permainannya, taunya gue kelabakan tingkat tes daya serap. abis itu gue naik alap-alap dan dilanjut ke rumah jahil. SUMPAH ITU JAHIL BANGET *hening*. terus rumah miring. Abis dari situ naik bom bom car. tapi sumpah, kita main bom bom car cuma bentar banget. lo tau kenapa? si tojo bikin mobilnya ngebul -_- gue gak ngerti itu anak punya dosa apa. Dimanapun dia berada ampunilah dia ya Allah *bersimpuh*
nih pelakunya

cuman naek, gak di jalanin

lagi drifting


kurang kurangin fad

pergerakan olan lumayan cepat
Abis dari sini gue masih naek halilintar yang sampe nambah 2 kali. abis itu gue istirahat makan siang dulu. eh ketemu Zita ngajakin foto bareng (sebenernya sebaliknya)

kaya dapet durian runtuh ya ta foto sama gue?
Abis makan gue lanjut lagi ke arung jeram, naek ontang anting, ombang ambing, balik lagi naek kora kora sama tojo dan terakhir hysteria lagi.

jangan protes
Kita gabisa sore-sore, karena kita mau Taping bukan empat mata di transcorp. Jadi kira-kira setengah 5 kita langsung cao ke Kpt tendean. Kata si Cya guestarnya Denada, Pevita pearce.... Pevita pearce cya??!!!! kata gue gak percaya. Langsung deh bayangan gue membentang di depan kepala gue. gue bakal ketemu si cantik idola gue. dan gamau tau gue harus nyamperin terus foto bareng.

dan begitu sampe inilah bintang tamunya:

3 macan asli (gak tau apa maksudnya)

SNSG (wtf!!), agung hercules (im fucked), 

ini mana Pevita Pearcenya, gue di sepanjang acara itu tetep nungguin dan nyariin kemana Pevita Pearcenya....

kau kah itu Pevita?!!

Ternyata sampe akhir acara Pevita tetap tidak ada. Yaudah lah daripada rugi, gue foto sama 3 macan aja deh. kayanya yang rambutnya kuning bisa nih. Gue samperin orangnya gue ajakin foto. Gue minta tolong Jesryan buat fotoin gue

foto pertama:
yap blur.... baguuuuusss


foto kedua:
terkutuk kau Jesryan, pala gue cuman dimasukin seperempat

Foto sama Pevita gagal. foto sama si macan juga gagal. semua berkat Jesryan. Sekali lagi terimakasih jesryan (sfx: Tali Kasih).

Yap, abis dari bukan empat mata kita langsung berger lagi ke Jogja kira kira jam 9. kita semua tidur seadanya di bus.

Hari Keempat

Pagi kita sampe di gombong buat mandi dan sarapan. Abis itu kita lanjutin lagi perjalanan buat ke Jogja. itu sekitar jam 1an kita sampe disana, dan perjalanan kita langsung ke media, yaitu Geronimo. Salah satu radio legend disana. Seperti biasa, ada sesi tanya jawab dan pemberian plakat, gak ketinggalan juga foto rame ramenya

radio geronimo

cieeee pak Woko

di depan Geronimo

abis dari situ kita masih punya pr. Masih ada satu media lagi yang harus kita datengin. Waktu itu gue udah cape banget. Tidur gak bener, perjalanan jauh. Waduh, gak enak badan banget deh. Pala gue pusing, badan gue mulai anget. Dan gak lama kita udah sampe aja di Petakumpet. Jadi petakumpet ini bergerak di bidang periklanan. salah satu karyanya yang terkenal adalah gudang garam merah. Dan favorit gue adalah iklan gudang garam buat 17 agustus. Yang anak kecil gara gara ngebantuin orang jadi telat upacara jadi dia upacara di luar pager. sadeeeeeessssss, itu menyentuh parah.

suasana persentasi

creative lab petakumpet

di depan petakumpet
waktu itu kata Filly supirnya sempet ngambek, katanya capek. hahahaha iya gue juga capek pak. yaudah yuk yuuuuuk pulang yuk ndo nyuk, cup cup cup. Akhirnya kita perjalanan menuju hotel Pangeran Emas di jalan Sisingamangaraja karang kanjen. Badan gue makin gak karuan, badan gue panas, niat gue tadinya masih mau keluar buat keliling jogja malem malem. Tapi gimana, gue sakit gini. Gue caba mandi dulu deh, untung ada aer anget. Lumayan meredakan. Abis mandi gue makan dulu, abis itu ke apotik beli paracetamol sama c1000. Akhirnya gue mutusin buat di hotel aja demi kesehatan. Nah, pas mau masuk kamar, ternyata di kunci. Wah aer ketek, pasti kuncinya dibawa sama anak-anak. Akhirnya gue ngungsi di kamar Radit. Eh gak lama Tanjul masuk ngomel ngomel. Ternyata dia juga dikunciin (iyalah sekamar ama gue). dan sialnya dia belom mandi, ganti baju, sama gak bawa duit. hahahaha Tanjul memang fenomenal. Gak lama anak anak cewe turun ngajakin keluar. Karena gue udah mandi dan rapi gue di paksa ikut. Si Tanjul kasian banget di tinggal..... ahahahaha

malem itu gue naik becak ke malioboro

sengaja gue gak ambil ekspresi tukang becak yang ngangkut gue ama filli yang jumbo

perjalanan dimulai dari museum yang udah tutup

coba baca tulisannya dari belakang

jogja malam

kampret gue yang motoin

foto di jam (tapi gak keliatan)

malioboro broo....


kita jalan jalan di trotoar, foto foto di jalan malioboro. Eh gak lama ujan turun, rombongan cewe dan rombongan cowo kepisah. Nah justru disinilah perjalanan sebenarnya dimulai. Lo pasti tau kan tujuan para lelaki kemana? yap. tempat prostitusi hahahahaha. SARKEM (pasar kembang).

sakit gue sembuh seketika
Kita masuk ke gang gelap banget. Yang kita pikir itulah tempat yang kita tuju. dan setelah menyusuri gan tersebut ternyata kita tidak menemukan apa apa. cuman seorang ibu-ibu doang yang nawarin pijit. haaaaaaaaah..... useless nih. Eh tapi gak lama didepan ada rame banget. Ternyata itu adalah bar, dan lagi ngadain acara Regae. Gue, Ije, Ndru nyoba masuk, sedangkan Fitra sama Ojan nunggu diluar. eh ternyata si Ras Muhammad jadi salah satu guest starnya hahahha lumayan deh hiburan pas lagi sakit. jadi di dalem itu penuh banget, banyak bule bule joget joget. GUA... SEMBUH....

dora: "apakah kamu melihat bule? dimana?"
Malem itu gue menyudahi perjalanan saat acara selesai. Kita berenam balik ke hotel dengan taxi xenia. Dan sampe hotelpon tanpa ba bi bu gue langsung molor.

Hari Kelima

Pagi-pagi si Panji udah jerit-jerit nyuruh bangun. katanya kita mau rafting dan katanya pula kita gak usah mandi karena mau main basah-basahan. Dan gue nurutin aja lah kata Panji sang panitia. gue cuman packing, tapi gue gak mandi gak ganti baju, gue pake kaos topman sama celana yonex. Perpaduan yang gak harmonis. Ada beberapa mahasiswa yang pengen belanja dulu. Tapi gak dikit juga yang pengen rafting, termasuk gue. Panitia bingung mau rafting atau belanja dulu. Dengan pertimbangan kalo Rafting dulu, belanjanya agak sebentar, tapi kalo belanja dulu raftingnya kesorean, goanya bakal gelap.

Dan akhirnya kita beli bakpia dulu....

nyeleneh emang, tapi yasudahlah. Gue ngunjungin tempat pembuatan bakpia dan beli dua kotak buat orang rumah

baca sendiri diatas dah

gue gak tau jalan pikiran si Ndru ini
Abis dari sini kita ke malioboro untuk belanja. Dengan begitu diputuskan kita tidak jadi rafting. dan belanja diberi waktu dari jam 11 sampaiu jam 4. buseeet!! gila gue kaget lah. Level belanja seperti apa itu... 5 jam nyet? wasting banget.

Gue sekitar udah jam 1an udah kelar. Gue beli atasan buat kado nyokap gue yang hari itu ulang tahun dan tas batik buat adek gue. Gue balik ke bis buat makan siang. terus ada mamang-mamang tukang reflexi pala. dia punya alat bentuknya kayak kocokan telor buat ngereflexi pala. nah gue beli, harganya ceban. Ternyata pembelian gue itu menuai konrtroversi. katanya gak fungsi lah, percuma lah, mahal lah. eh ternyata pas dijalan pulang tuh alat keliling -_-. 

waktu itu masih sekitar jam 2an. Cya sama Agus pengen ke beringin katanya. Gue mutusin buat ikut, daripada begonggo sampe jam 4. gue ajak Yulia, Manuk sama Panji. Kita jalan dulu sampe di keraton. pas jalan gue nemuin beginian nih. Gue sama Yulia sih berasumsi kalo ini adalah gambaran betis tukang becak dan ini adalah tugu penghormatannya

mungkin setiap hari tertentu diadakan upacara untuk penghormatan tukang becak
Kita jalan sampe keraton terus naik becak dari situ buat ke Berngin Kembar. Nah beringin kembar ini udah cukup terkenal. Katanya ini Sultan Agung yang nanem dua beringin ini

ibu ibu di sebelah kanan bilang gue ganteng 
Jadi mitosnya adalah barang siapa yang bisa berjalan lurus melewati beringin kembar itu niscaya keinginannya akan terpenuhi dan ialah orang yang memiliki hati bersih. Nah gue berasa tertantang dong? gue nyewa penutup mata terus gue jalan. Dalem hati bilang "gue pasti bisa! gampang ini mah tinggal jalan lurus doang" dan alhasil.....

kampret...
tapi percobaan kedua gue masuk. hahahaha. tapi katanya yang paling sah itu yang percobaan yang pertama. Yaaah percaya gak percaya deh. Seru-seruan aja. Yang penting gue udah gak penasaran nyoba. Waktu itu udah mau jam 4 dan gue Cya dll buru-buru ke bis lagi. Dan di bis siap siap buat pulang. kita perjalanan pulang sekitar 9jam dan gue turun di jatibening dan naik taxi sampe rumah.

Wah gila ini perjalanan pertama gue menyentuh Jogja. Gue seneng deh, yang biasanya gue cuman bisa liat beringin kembar di FTV kalo gak Dorce show, sekarang gue bisa nyobain langsung wahana ini. Gue salut banget sama jogja, budayanya masih kentel banget mereka jaga. dan dari iniformasi yang gue tau katanya orang jogja itu sangat mencintai sultannya. Kita bisa teladani tuh. Kita harus mencintai pemimpin kita. Ya tapi pemimpin yang gak korup. Gue juga salut sama panitia HMJ KOMUNIKASI UNILA yang bisa membnawa 59 orang mengunjungi media-media dan same bisa ke Jogja juga. Thanks for yall guys. you're the man!! Kunjungan Media itu salah satu acara keren HMJ ILMU KOMUNIKASI UNILA. Dimana kita gak cuman jalan jalan tapi kita juga dapet wawasan tentang bagaimana kehidupan di media atau bahkan kehidupan kita kelak karena jurusan kita pastinya akan sangeat lekat dengan yang namanya media.

Jalan-jalan gue kelar sampe disini dulu deh. nanti kalo ada jalan-jalan lagi nanti pasti di share. Pengennya si ke Aussie nih. insyaallah deh nabung dulu. hahahaha.

SAYONARA....!!!